Tampilkan postingan dengan label Puisi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Puisi. Tampilkan semua postingan

26 Maret 2022

Seseorangku

Posted by Kayuya on 20.58.00 with No comments

 Seseorangku

Oleh : Kayuya 



Wahai seseorang yang ada di sana

Nampak asik termenung sembari menopang dagu

Terasa hati ingin menjahili


Kamu yang kusebut seseorang

Menari dalam khayalan

Rasa bahagia menjelma saat bertemu pandang

Sambutlah aku dengan senyuman

Inilah si pengagummu

 

Hai seseorang

Cukuplah ku indahi hadirmu dari sini

Biarlah tirai menyembunyikan ragaku

Aku saja yang memperhatikanmu

Mensyukuri kelahiranmu

 

Ah, seseorangku

Ruang jiwa kembali terisi oleh potret dirimu

Hati merasa gembira

Dan setiap hari terasa indah

 

Makassar, 26 Maret 2022

06 November 2021

Terima Kasih Mama

Posted by Kayuya on 01.33.00 with No comments

Terima Kasih Mama

Karya : Kayuya
 
 

Sosokmu anggun, lemah nan lembut, juga tegas. 

Begitu mengerti tentang aku, semua perasaanku.
Sekuat tenaga melindungi ragaku dari kejamnya dunia.

Sosokmu tak mungkin akan tergantikan. 
Meski ruang dan waktu telah amat tega menghapus dirimu.
Engkaulah yang menenangkan aku saat risau dan gunda.      

Tak pernah dikau menagih budimu terbalas.                     

Tapi selalu memberi ku segala yang terbaik.
Atas semua yang kau genggam, adalah bukti kasihmu padaku.                         

Tidaklah aku memiliki arti, tanpa peluh keringatmu.

Dan jika aku dikenal orang, semua karena kau ada di sampingku. 
 
Terimakasih mama
Hanya kata itu yang mampu ananda suaraka
Tak harta yang mampu jadi pembanding atas peluh dan lelahmu, 
Bahkan melodi indah pun tak mampu ku ciptakan 
Walau sekadar untuk menemani tidur malammu.

24 Oktober 2019

Tentang Kematian

Posted by Kayuya on 17.42.00 with No comments
Tentang Kematian
Oleh : Kayuya





Kunantikan waktumu habis
Lalu aku pun kan datang menjemut
Kuperhatikan apa saja yang kau lakukan
Adakah pernah kau melakukan kesalahan?

Tidak!
Jangan pernah berpikir untuk mengakhiri hidup
Sabarlah menanti aku datang menghampiri
Berbahagialah menyaksikan bintang-bintang

Tidak!
Jangan pernah kau merintih sedih
Semua memiliki balasannya kelak
Tersenyumlah secerah sang mentari

Aku penjagamu
Yang selalu menjagamu
Setia menanti engkau datang
Di sini
Tempat peraduan terakhirmu


Makassar, 15 Januari 2016

23 Oktober 2019

Aku Manusia

Posted by Kayuya on 23.08.00 with No comments
Aku Manusia
Oleh : Kayuya


Aku manusia

Manusia yang tidak mampu memanusiakan manusia

Setelah membunuh jiwa,
Aku berlalu pergi seolah tak ada yang terjadi

Aku manusia

Tapi tidak mampu memanusiakan manusia
Aku tidak peduli apa yang mereka rasa
Karena mereka pun berlaku sama

Wajah terbungkus topeng
Ucapan setajam pedang
Sikap sedingin es

Aku manusia

Manusia yang tidak mampu memanusiakan manusia


Makassar, 20 oktober 2019

27 Januari 2019

Senja yang Kemarin

Posted by Kayuya on 02.59.00 with No comments

Senja yang Kemarin
Oleh : Kayuya

Selamat pagi teruntuk senja yang kemarin
Semoga mentari ikut meninggikan harapan tiap tetes embun
Semoga angin menerbangkan aroma duka ilalang
Jauh ...
Jauh ...
Sampai tak tampak oleh pelupuk mata

Telah lelah dedaunan menahan rinti pilu senja yang kemarin
Telah capai akar menopang batang pohon yang kokoh
Namun hanya terlihat kokoh

Teramat ingin ia bercerita
Betapa perihnya dianggap mati
Nyatanya hidup jua
Telah lelah memberikan semua hal terbaik
Tetapi dianggap tak gerguna jua
Sangat sakit jika hanya dianggap pelampiasan dikala marah
Tempat berteduh dikalah panas
Dicampakkan saat tidak lagi berguna

Itukah nasih sebuah pohon ditepi jalan?
Menyapa pagi untuk senja yang kemarin
Pilu ...

Makassar, 26 Januari 2019

27 Desember 2018

Ketetapan Hati

Posted by Kayuya on 22.34.00 with No comments

Ketetapan Hati
Karya : Kayuya

pict by :duapah.com


Pecahan kaca, dengan puing-puingnya
Tajam dan tumpulnya pisau-pisau di genggaman
Panasnya bebatuan tertimpah terik sinar matahari
Tak dapat lagi kurasakan sakitnya pada kulitku
Saat perasaan kecewa menyelimuti hati dan raga

Air mata tak mampu menjadi penenang
Kata dan Nasehat, menjadi memuakkan
Hanya berdiri di bawa guyuran hujan
Mampu tersenyum dibalik tangis nan pilu

Wahai api, membaralah
Bakarlah hati, hingga menjadi butiran debu
Wahai angin, berhembuslah
Bawalah pergi luka hingga ke tengah samudra
Wahai hujan, turunlah ke bumi
Hilangkanlah jejak-jejak kepedihan
Wahai matahari, bersinarlah
Bawalah kehangatan baru
Ke dalam jiwa yang tak lagi berhati

Makassar, 2015

11 April 2018

Bila Kau Tak Tahu Syariat Islam

Posted by Kayuya on 16.11.00 with No comments

Bila Kau Tak Tahu Syariat Islam
Oleh : Kayuya


Bila kau tak tahu syariat islam
Bukan alasan untuk kau menjadi acuh
Lalu membandingkan agama dengan negara
Dan memperlihatkan betapa bodoh engkau

Bila kau tak tau syariat islam
Bukan alasan untuk kau dapat menghina
Mengatakan kebenaran sebagai sesuatu yang bathil
Dan memberi tahu kepada dunia, betapa sempil akalmu

Bila kau tak tahu syariat islam
Mendekatlah pada islam
Mari mencari tahu tentang islam
Dan kau akan mengecap manisnya iman

Bila kau tak tau syariat islam
Bukan alasan kau dapat berkata hal yang menyakitkan
Menyakiti hati-hati rakyat yang berislam
Dan menunjukkan diskrimisani jelas atas ketololanmu

Jangan katakan kau mencintai Indonesia
Sementara kau sendiri memecah rakyatnya
Karena kau tak tahu syariat islam

Makassar, 4 April 2018

19 Maret 2018

Puisi Putus Asa

Posted by Kayuya on 23.43.00 with No comments

PUISI PUTUS ASA
OLEH : KAYUYA



Wahai tanah yang terlihat damai
Sembunyikanlah jasadku
Hingga hilang tak berkabar
Tersisa belulang hina

Wahai kabut yang terasa lembut
Samarkan bayang tentang diriku
Hingga lenyap tak berjejak
Tersisa bahagia tuk mereka yang lain

Telah lelah kaki melangkah
Capai batas jemari tak mampu menggenggam
Lagi dan lagi rasa karat besi menghunus raga
Menyisahkan perih luar biasa
Tak siap ku meregang

Wahai engkau pemilik jiwa
Apa daya ku tersisa kenangan
Pupus sudah harapan
Hilang jua impian
Asa tak lagi dapat kusambung
Aku telah berakhir

Makassar, 19 Maret 2018

07 November 2017

Bakti Guru

Posted by Kayuya on 14.56.00 with No comments

Bakti Guru
Oleh : Kayuya


Kukiaskan dikau bagai pelita
Penerang dikala pekat gulita
Pencipta harapan di ujung asa
Penenang jiwa di ujung senja

Jasa mungkin sering kali terlupa
Terkubur dalam ingatan, lalu hampa
Tapi kukan terus percaya
Kau kan temukan indah di mata yang Esa

Jangan bersedih dengan duka
Guru yang selalu bahagia
Teruslah berbakti untuk bumi tercinta
Tanpanh Arti esok tiada

Makassar, 6 November 2017

17 September 2017

Hadiah dari Tuhan

Posted by Kayuya on 22.08.00 with No comments

Hadiah dari Tuhan
Oleh : Kayuya

picture by http://i.huffpost.com/


Begitu besar kecintaanmu kepadaku. Ayah.
Sehingga tak kau lepaskan genggaman tanganmu di jemari kecilku.
Sebelum kau yakin bahwa aku mampu berdiri sendiri.

Dan tak kau biarkan aku jauh dari jangkauanmu.
Sebelum kau yakin bahwa aku mampu sendiri.

Kau seperti pelita dalam gelap. Ayah.
Seperti mentari menghangatkan hari-hariku.
Seperti langit yang menjaga setiap langkahku. Dimanapun aku.
Dan seperti itulah cintamu kepadaku. Wahai Ayah.

Tiada untaian kalimat yang berpadu indah, selain nasihat darimu Ayah.
Yang menjaga, yang menguatkan jiwaku.
Tiada hari-hari indah yang dapat kulalui tanpa hadir dirimu Ayah.
Yang memberi canda, yang mewarnai hariku.

Ayah.

Kau hadiah terindah dari Tuhan untukku.

Sinjai, 2015

30 Agustus 2017

Dunia Ini Kejam, Dara

Posted by Kayuya on 14.13.00 with No comments

Dunia Ini Kejam, Dara
Oleh : Kayuya



Aku lelah menggenggam tanganmu
Mendengar semua keluh kesahmu
Duduk diam menyaksikan kisahmu
Menyalahkan orang lain atas kemalanganmu
Seolah-olah dirimulah paling menderita di dunia

Sabar milikku telah mencapai ambang batas
Panas telinga ini mendengar ocehanmu
Geram di dada melihat tingkah konyolmu
Kapan kiranya kau sadar
Hidup tak seindah dalam dongeng

Kejam!
Dunia ini kejam!
Karena kamu lemah

Banyak waktu engkau buang percuma
Hanya untuk angan-angan kosong
Sadarilah itu!

Oh Dara,
Banggakah kala semua orang iba akan kau?
Banggakah kala semua orang berkata,
"Oh kasihan, malang nian nasibmu nak."

Ha ha ha!
Mereka tak iba
Mereka menertawakan engkau yang lemah

Wahai Dara
Bukalah matamu
Lihat kekejaman dunia ini
Karena kau lemah

Makassar, 30 agustus 2017

11 April 2017

Gunda

Posted by Kayuya on 19.53.00 with No comments

Gunda
Karya : Kayuya

picture by http://www.voa-islam.com/

Ada kalanya hati ini bertanya, pada siapakah ia akan berlabu?
Mungkinkah untuk selamanya pada orang yang tepat?
Atau…

Ah, sudahlah.
Manusia hanya perlu berusaha dan berdoa.
Karena tak ada kuasa di atas kuasa Allah.

Yakinkan dirimu wahai ukhti.
Rencana Allah lebik baik.


Makassar, 11 april 2017

17 Desember 2016

Dikala Cinta Datang

Posted by Kayuya on 21.51.00 with No comments

Dikala Cinta Datang
Oleh : Kayuya




Dikala cinta datang menghampiri,
Saat tiada ikatan yang akan mempersatukan.
Kusadar itu bukanlah cinta yang haq.
Tidaklah pantas untuk kudekati.

Dikala Cinta datang menyapa,
Saat tiada status yang menjaga kesuciannya.
Kusadar itu bukanlah cinta yang diridhoi.
Dan tidaklah pantas untuk kusambut.

Menanti, dan terus menanti.
Tak jemuh jiwa menanti.
Hingga datang yang sebenar-benarnya cinta.
Menghalalkan aku dan kamu bersama.
Mengisi kekososngan yang selama ini tercipta.
Kerana rasa yang teramat rindu.
Padamu wahai imam di masa depan.

Dikala cinta datang meminang.
Untuk menanggalkan penghalang antara kita.
Kala itulah cintaku patut berbahagia.
Menyambut hati siapa yang Allah kirim untuknya.
Sebagai teman yang kan mendampingi dan melengkapi sisa hidupnya.

Makassar, 17 Desember 2016

16 Desember 2016

Jangan Anggap Aku Beban

Posted by Kayuya on 13.06.00 with No comments

Jangan Anggap Aku Beban
Oleh : Kayuya




Deras hujan jatuh menghantam bumi.
Debur ombak terus menerjang karang.
Tak pernah kucoba mengelak darimu.

Jangan anggap aku sebagai beban
Yang harus kau emban tanggung jawabnya
Jangan menanggung derita demi aku
Hanya karena kau mengenalku

Demi air di lautan yang tak pernah kering.
Dada ini serasa penuh.
Sesak.
Seketika tahu, ada rasa kasihan padaku.
Aku bagai sampah yang lautan.
Terombang ambing tanpa tujuan.
Merusak bumi yang kau cinta.

Jangan sembunyikan dukamu padaku.
Hanya karena kau tak ingin aku bersedih.
Karena dengan itu.
Kau tau caranya menghargaiku.

Jangan anggap aku sebagai bebanmu
Karena itu menyakitkan.
Sayang.

Makassar, Desember 2016

12 Desember 2016

Puisi "Yang Berharga"

Posted by Kayuya on 05.57.00 with No comments

Yang Berharaga
Karya : Kayuya



Mungkin kamu tak pernah tahu arti hadirmu
Kujaga kamu layaknya benda berhargaku
Kuseka air matamu dikala sedih
Kubuat kau tersenyum sebisaku,
walau aku juga linglung