30 Agustus 2017

Dunia Ini Kejam, Dara

Posted by Kayuya on 14.13.00 with No comments

Dunia Ini Kejam, Dara
Oleh : Kayuya



Aku lelah menggenggam tanganmu
Mendengar semua keluh kesahmu
Duduk diam menyaksikan kisahmu
Menyalahkan orang lain atas kemalanganmu
Seolah-olah dirimulah paling menderita di dunia

Sabar milikku telah mencapai ambang batas
Panas telinga ini mendengar ocehanmu
Geram di dada melihat tingkah konyolmu
Kapan kiranya kau sadar
Hidup tak seindah dalam dongeng

Kejam!
Dunia ini kejam!
Karena kamu lemah

Banyak waktu engkau buang percuma
Hanya untuk angan-angan kosong
Sadarilah itu!

Oh Dara,
Banggakah kala semua orang iba akan kau?
Banggakah kala semua orang berkata,
"Oh kasihan, malang nian nasibmu nak."

Ha ha ha!
Mereka tak iba
Mereka menertawakan engkau yang lemah

Wahai Dara
Bukalah matamu
Lihat kekejaman dunia ini
Karena kau lemah

Makassar, 30 agustus 2017

20 April 2017

Ibu, Aku Rindu

Posted by Kayuya on 21.42.00 with No comments

Ibu, Aku Rindu
Oleh : Kayuya


picture by: http://www.nu.or.id/


Selamat malam teman. 😊

Ada yang sedang dalam perantauan? Entah itu sedang menuntut ilmu atau sedang mengadu nasib di negeri orang. Apa saja itu yang jelas sedang jauh dari keluarga dan kerabat.

Untuk yang sedang jauh dari keluarga, terlebih orang tua, pasti seringkali terbesit rasa rindu di hati kepada orang tua bukan? Untuk yang sedang menuntut ilmu pasti waktu libur panjang sangat di nantikan, begitu juga yang bekerja.

Apa sih yang biasa kalian lakukan teman saat rasa rindu kepada Bapak/Ibu sudah tidak tertahan lagi. Menurut riset kecil-kecilan yang saya lakukan, yang paling pertama dilakukan adalah menelpon mereka bukan. Tapi untuk para Mahasiswa yang hidupnya masih ditanggung oleh orang tua, biasanya mendapat respon lain loh kalau menelpon orang tuanya. seperti yang sering dialami oleh salah seorang teman saya ini nih.

Dia memang sangat jarang menghubungi orang tuanya, dia hanya menunggu orang tuanya menghubunginya terlebih dahulu. Dan hingga suatu saat orang tuanta tak kunjung menelpon, akhirnya dia memutuskan untuk menelpon duluan. Ketika diangkat respon orang tuanya mengherankan. Kata orang tuanya begini nih: Achm. "Kenapa nak? tumben menelpon? Uang kiriman Mama sudah habis ya?" 😅😅😅😅

Kalau dapat respon seperti itu, rasanya gimana ya?

Tapi dari situlah saya belajar. Orang tua juga ingin kita menelpon mereka duluan. Berbicara dengan kita dalam waktu yang lama. Maka dari itu teman, jangan malas ya hubungi orang tua kalian. Sebenarnya mereka sangat rindu terhadap kita, bahkan setiap hari mereka selalu merindukan kita, tapi mereka takut mengganggu kita.

Untuk teman-teman yang sedang di perantauan, sering-sering ya hubungin orang tua kalian, jangan hubungin pacar atau gebetan mulu. Sekali-kali ungakapkan rasa cinta kalian terhadapa mereka. Karena walau pun kita merasa kita sudah mandiri, tapi orang tua kita selalu menganggap kita adalah bayi kecilnya.
.
Sudahkah kalian menelpin orang tua kalian hari ini?

11 April 2017

Kesan Pertama

Posted by Kayuya on 21.18.00 with No comments

Kesan Pertama
Karya : Kayuya

picture by https://1t4juwita.files.wordpress.com/

GADIS cupu...!!!
Datang dari sebuah desa ke kota untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi. Cita-citanya sederhana, ingin menjadi seorang guru agar bisa mencerdaskan anak-anak indonesia. Dengan tekat kuat ia tapakkan kaki di Jakarta. Hiruk pikuk aroma kesibukkan dirasakannya saat telah turun dari bis. Senyum manis terukir dibibirnya.
Rok merah panjang hingga tumit, dipadu atasan lengan panjang warna merah pula adalah pakaian yang ia pakai saat pertama kali memijaki bumi Jakarta. Tas jinjing yang besarnya tidak seberapa menjadi bekal awalnya untuk hidup di ibu kota. Beberapa pasang pakaian dan sejumlah uangnya ia simpan dalam tas jinjing itu, serta tidak lupa ijasah dan beberapa berkas penting untuk mendaftar keperguruan tinggi ada dalam tas itu. Sebuah kertas kecil ditangannya bertuliskan alamat rumah yang akan ia tempati selama tinggal di perantauan.
Asap kendaraan, macet, pengamen jalanan berkeliaran dilampu merah, dan pedagang asongan. Itulah kesan pertamanya saat tiba di ibu kota.
“Fani” teriak seorang gadis cantik berpenampilan modis. Gadis itu melambaikan tangan pada saat mereka saling berpapasan. Wajah si gadis cupu berubah sumringah. Ia berjalan mendekati si gadis cupu.
“Mbak Panya! Ya ampun, mbak iki wes makin ayu, yo?” senyum lebar terukir di wajah gadis cupu itu sehingga menampilkan deretan gigi putihnya.
“Eh, nama aku Fanya, bukannya Panya” gerutuh sigadis modis.
“Maap mbak, sayakan nda bisa bilang `ep`”.
“Hmmm, terserahlah. Pulang, yuk” gadis modis yang bernama Fanya itu mengandeng tangan Fani dan berjalan kesebuah halte bus yang tidak jauh dari terminal.
Halte itu tampak sepi. Hanya ada seorang pedagang asongan yang duduk di samping halte sambil mengibas-ngibaskan topi ke wajahnya. Dia sangat kelelahan karna habis berkeliling menjajakan barang dagangannya. Hal itu tampak jelas dengan keringat yang bercucuran membanjiri keningnya.
            Hujan seketika turun mengguyur bumi Jakarta. Begitulah suasana kota Jakarta, kadang panas dan terkadang pula hujan. Tapi kalau tidak begitu bukan Jakarta namanya. Jakarta memiliki keindahan tersendiri dibalik segala permasalahan yang dimilik. Hanya saja, keindahan itu tak nampak oleh mata, tapi hanya bisa dirasakan oleh hati.
            Malam dikota Jakarta sangat ramai oleh kendaraan mau pun orang-orang berlalu lalang. Tapi sayang, ramainya jalan tak sama dengan langit malamnya. Sepi, tanpa bintang yang menghiasi. Tidak seperti ketika di kampung, langitnya selalu ramai dengan bintang-bintang yang bertaburan, sangat indah.

            Hm, Jakarta. Kota padat yang sibuk, dan selalu sibuk. Tak peduli malam atau siang, tetap saja sibuk. Tapi itulah kesan pertama  saat tiba di Jakarta.

END

Gunda

Posted by Kayuya on 19.53.00 with No comments

Gunda
Karya : Kayuya

picture by http://www.voa-islam.com/

Ada kalanya hati ini bertanya, pada siapakah ia akan berlabu?
Mungkinkah untuk selamanya pada orang yang tepat?
Atau…

Ah, sudahlah.
Manusia hanya perlu berusaha dan berdoa.
Karena tak ada kuasa di atas kuasa Allah.

Yakinkan dirimu wahai ukhti.
Rencana Allah lebik baik.


Makassar, 11 april 2017

17 Desember 2016

Dikala Cinta Datang

Posted by Kayuya on 21.51.00 with No comments

Dikala Cinta Datang
Oleh : Kayuya




Dikala cinta datang menghampiri,
Saat tiada ikatan yang akan mempersatukan.
Kusadar itu bukanlah cinta yang haq.
Tidaklah pantas untuk kudekati.

Dikala Cinta datang menyapa,
Saat tiada status yang menjaga kesuciannya.
Kusadar itu bukanlah cinta yang diridhoi.
Dan tidaklah pantas untuk kusambut.

Menanti, dan terus menanti.
Tak jemuh jiwa menanti.
Hingga datang yang sebenar-benarnya cinta.
Menghalalkan aku dan kamu bersama.
Mengisi kekososngan yang selama ini tercipta.
Kerana rasa yang teramat rindu.
Padamu wahai imam di masa depan.

Dikala cinta datang meminang.
Untuk menanggalkan penghalang antara kita.
Kala itulah cintaku patut berbahagia.
Menyambut hati siapa yang Allah kirim untuknya.
Sebagai teman yang kan mendampingi dan melengkapi sisa hidupnya.

Makassar, 17 Desember 2016

16 Desember 2016

Jangan Anggap Aku Beban

Posted by Kayuya on 13.06.00 with No comments

Jangan Anggap Aku Beban
Oleh : Kayuya




Deras hujan jatuh menghantam bumi.
Debur ombak terus menerjang karang.
Tak pernah kucoba mengelak darimu.

Jangan anggap aku sebagai beban
Yang harus kau emban tanggung jawabnya
Jangan menanggung derita demi aku
Hanya karena kau mengenalku

Demi air di lautan yang tak pernah kering.
Dada ini serasa penuh.
Sesak.
Seketika tahu, ada rasa kasihan padaku.
Aku bagai sampah yang lautan.
Terombang ambing tanpa tujuan.
Merusak bumi yang kau cinta.

Jangan sembunyikan dukamu padaku.
Hanya karena kau tak ingin aku bersedih.
Karena dengan itu.
Kau tau caranya menghargaiku.

Jangan anggap aku sebagai bebanmu
Karena itu menyakitkan.
Sayang.

Makassar, Desember 2016

13 Desember 2016

Jangan Buat Allah Cemburu!!!

Posted by Kayuya on 23.27.00 with No comments

Jangan Buat Allah Cemburu!!!
Oleh : Kayuya



Hidup itu terlalu singkat bila hanya dihabiskan untuk sesuatu yang tidak berguna sama sekali. Pacaran misalnya. Saat ini anak SD saja sudah tau yang namanya pacaran. Bahkan tanpa rasa canggung mereka meng-upload foto mesra mereka di akun media sosial dan membuat orang dewasa hanya bisa geleng-geleng kepala karenanya. Miris nggak sih hati kalian melihat adik-adik kita yang seperti itu?
Saudara-saudariku, sebenarnya apa yang membuat kalian tak merasa berdosa ketika melakukan zina? Tahukah kalian? Memandang lawan jenis yang bukan mahrom termasuk zinanya mata dan memikirkan kekasihmu dengan penuh syahwat termasuk zinanya hati. Sebagaimana dalam firman Allah yang artinya:
Janganlah kamu sekalian mendekati perzinahan, karena zina itu adalah perbuatan yang keji.” (QS. Al-Isra : 32).
Dalam ayat tersebut dijelaskan untuk tidak mendekati zina. Mendekati zina itu yang bagaimana? Ya, pacaran. Orang yang melakukan zina tidak serta merta langsung melakukan perbuatan yang dilarang Allah itu bukan? Melainkan mereka melalui tahap-tahap seperti perkenalan, sering ngobrol berdua, jalan berdua, pegangan tangan, dst, hingga terjerumuslah mereka dalam jebakan syaitan.
Saudara-saudariku, tidakkah kalian tahu? Allah maha pecemburu. Allah sangat cemburu terhadapmu yang lebih sering memikirkan pacarmu daripada memikirkan-Nya. Allah sangat cemburu terhadapmu yang berusaha mendekatkan diri pada pacarmu daripada mendekatkan diri pada-Nya. Allah sangat cemburu ketika rasa rindumu terhadap pacarmu lebih besar dari rindumu kepada-Nya.
Islam tidak melarang kita pacaran kok. Justru islam sangat menganjurkan kita untuk pacaran. Nah lohh, pacaran yang kayak gimana tuh? Pacaran yang diperbolehkan dalam islam ya, pacaran setelah menikah. Jika setelah menikah, apa yang akan ditakutkan? Tidak ada bukan?
Saudara-saudaraku, bukankah lebih baik sebelum mendekati hatinya, dekati dulu yang menciptakan hatinya? Menjaga dalam do’a seribu kali lebih baik daripada menjaga namun menjerumuskan dalam perbuatan zina bukan? Apa lagi yang dikhawatirkan? Takut dia bukan jodoh kita? Allah berfirman dalam surah An-Nur ayat 26 yang artinya:

Wanita-wanita yang tidak baik untuk laki-laki yang tidak baik, dan laki-laki yang tidak baik adalah untuk wanita yang tidak baik pula. Wanita yang baik untuk lelaki yang baik dan lelaki yang baik untuk wanita yang baik.”Qs. An Nur:26)

Tenang saja bila dia bukan jodohmu, berarti Allah telah menyiapkan jodoh terbaik untukmu. Sebelum mendekati hatinya, dekati dulu pemilik hatinya. Tidak usah takut bila nanti dikatain tidak lakulah, apalah. Pilih mana? Menjomblo sampai halal atau mengotori kesucianmu dengan pacaran?
Ah, jadi ingan sesuatu. Abu hurairah radhiallahu anhu pernah berpesan kepada putrinya seperti ini “Pilihlah bakal suamimu orang yang bertaqwa karena jika dia suka kepadamu, dia mendoakan kebaikan untukmu. Jika dia tidak menyenangimu, dia tidak akan berlaku zalim terhadapmu.”
Semoga tulisan saya bermanfaat untuk saudara-saudariku sekalian.


😃😃😃

Aku Sudah Bahagia

Posted by Kayuya on 18.30.00 with 1 comment

Aku Sudah Bahagia
Karya : Kayuya




Hari mulai gelap, hujan siang tadi menyisahkan genangan air di jalan yang rusak dan berlubang termakan usia. Orang-orang yang tadinya singgah berteduh di emperan kios dekat kampus, satu per satu mulai beranjak pergi. Namun tidak bagi Mita, sedari tadi ia duduk menyendiri di halte depan gerbang utama. Kepalanya yang dibalut kerudung berwarna hitam terus menunduk sembari tangan mungilnya memainkan ujung kain kemeja putih yang ia kenakan. Udara yang dingin tak dihiraukan sama sekali.
"Hai, Dik." Sapa seorang laki-laki bertubuh jakun, entah dari mana datangnya.
Mita sedikit mendongak untuk melihat wajah orang yang baru saja menyapanya. Jantungnya tiba-tiba berdegup kencang saat melihat sosok yang berdiri dihadapannya adalah Rei, salah satu senior yang paling disegani di jurusannya. Mita kembali menunduk, rasa takut pun mulai menghampirinya. Seakan tidak memperhatikan gelagat aneh dari Mita, Rei pun langsung duduk di samping gadis itu. Mita sontak menggeser tempat duduknya sedikit menjauh.
"Kenapa, Dik?" Tanya Rei keheranan.
Mita menggeleng pelan, ia tidak berani menatap wajah senior itu untuk kedua kalinya.
"Kenapa belum pulang, Dik? Belum di jemput ya?" Tanya Rei Lagi.
"Belum, Kak." Jawab Mita dengan suara pelan.
Sesaat kemudian seorang pria paru baya yang mengendarai sebuah motor butut pun berhenti tepat di depan mereka.
"Mita!" Panggil pria paru baya itu. Mita pun beranjak dari duduknya. "P-permisi, Kak." Kata mita pamit.
"Oh, iya. Hati-hati, Dik." Kata Rei tersenyum ramah. Rei terus memperhatikan Mita hingga menghilang dari pandangannya.
Sesampainya di rumah, Mita langsung masuk ke kamarnya dan mengunci pintu rapat-rapat. Bayang-bayang kejadian siang tadi membuat emosi yang sedari tadi ia tahan mulai ia luapkan. Tas selempang yang masih bergantung di pundaknya, dibuang kesembarang tempat. Air matanya mulai tumpah sedetik kemudian. Mita terduduk di lantai sambil menutup wajahnya dengan tangannya.
Bibirnya bergerak seolah menggumam kalimat "Aku memang memalukan, aku pembawa sial." Suara tangisnya seolah-olah tertahan di teggorokan. Mita mulai kehilangan akal sehatnya, ia pun sudah tidak tahu bagaimana caranya untuk menghadapi hidupnya. Bicaranya pun mulai tidak beraturan. Ia tertawa dan menangis dalam waktu yang bersamaan. Di kamar yang gelap itu, Mita meluapkan semua emosi yang ia pendam selama ini.
***
Awan hitam menghias langit pagi ini, hari baru mulai menyingsing. Dinginnya pagi di tambah hujan yang tak kunjung reda membuat beberapa orang memilih kembali merapatkan diri dalam selimut.
"Mita!" Teriak Tante Mita dari balik pintu. Rasa khawatir mulai menyelimuti hatinya, mengingat dari semalam ia tidak melihat Mita keluar dari kamarnya. Ia pun segera mengambil kunci cadangan yang ia simpan di laci meja kerja suaminya.
Ketika Tante Mita membuka pintu, dilihatnya Mita masih tertidur pulas berbungkus selimut. Tante Mita menggoyangkan bahu Mita pelan sembari memanggil nama lembut nama gadis itu. Dirasa tidak ada geraka seperti biasa, ia pun membalik tubuh Mita hingga terlentang. Tante Mita sontak  terkejut ketika melihat banyak darah di leher keponakannya. Ia pun berteriak histeris sambil memegangi kepalanya yang pusing.
Pagi itu Mita telah tiada, satu goresan di leher telah merenggut nyawanya. Matanya memancarkan cahaya kesedihan dan senyum kecut yang terlukis di bibirnya telah abadi. Di sampingnya terdapat secarik kertas yang ia tinggalkan berisi satu kalimat "AKU SUDAH BAHAGIA.
-SELESAI-

Gadis Pencuri Hati

Posted by Kayuya on 01.40.00 with No comments

Gadis Pencuri Hati
Karya : Kayuya

picture by  http://1.bp.blogspot.com/


Pertama kali aku menginjakan kaki di sekolah ini, mataku langsung tertuju pada seorang gadis yang berseragam sama dengan yang ku kenakan. Seragam SMP tapi lambang sekolah kami berbeda. Dia memasuki gerbang bersama dua orang sahabatnya. Mereka saling bergandengan dan raut wajah mereka seperti orang yang sedang ketakutan, gugup, ragu, dan bingung bercampur jadi satu. Aku suka menatap wajah bodoh mereka yang terlihat masih polos, terutama gadis itu.

12 Desember 2016

Yuk! Nyatain Cinta Kepada Ibu

Posted by Kayuya on 16.32.00 with No comments
Yuk! Nyatain Cinta Kepada Ibu 
Oleh : Kayuya



Sedari kita kecil hingga sampai di umur kita yang sekarang, pernah tidak kalian memeluk Ibu kalian saat tidur? Pernah tidak kalian mengucapkan kalimat semisal "Aku sayang Mama" pada ibu kalian?